Rabu, 30 Maret 2011

MINAT SISWA TERHADAP PEMAHAMAN BACA TULIS HURUF AL QUR'AN DENGAN METODE IMLA'

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Ada dua konsep kependidikan yang berkaitan dengan yang lainnya, yaitu belajar (learning) dan pembelajaran (instruction). Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik dan konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik. Kedua konsep ini akan terjadi interaksi sehingga apa yang diharapkan oleh pendidik akan berhasil.Pendidikan agama adalah merupakan pondasi dasar yang harus diajarkan dan diterima anak didik untuk diamalkan dalam kehidupannya. Begitu juga dipendidikan umum, mereka harus menguasai agar tak tertinggal oleh yang lain. Sebagai lembaga pendidikan, institusi sekolah harus dapat menyeimbangkan kedua pengetahuan tersebut agar dapat diterima oleh anak didik. Juga tak lupa peran serta orang tua untuk memotivasi (mendorong) anaknya untuk mau belajar.

Keluarga adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak, dimana anak akan menyerap dan mencontoh setiap gerakan orang tuanya. Dan jalur pendidikan di sekolah dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan. Dengan demikian sekolah merupakan pembinaan yang telah diletakkan dasar-dasarnya melalui pendidikan keluarga, sehingga sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai peranan dan tanggung jawab yang tidak sederhana dalam pelaksanaan tugasnya apalagi di zaman era globalisasi saat ini .

Sebagai lembaga pendidikan agama seperti madrasah dan sekolah-sekolah yang berciri khas Islam, para pendidik mengharapkan anak didiknya dapat menguasai dan memahami baca tulis Al Qur'an dimulai dengan pengenalan huruf dasar Al Qur'an (hijaiyah) dengan cara meniru ucapan guru maupun dengan cara tulisan.

Untuk pengenalan terhadap huruf Al Qur'an dan hafalan pelajaran lainnya merupakan kegiatan sehari-hari yang harus mereka hadapi dan jalani. Namun untuk penulisan huruf hijaiyah dengan metode "imla" masih jauh apa yang diharapkan oleh pendidik. Harapan sebagai pendidik adalah mereka tidak hanya hafal tapi juga harus dapat menulis huruf Al Qur'an dengan cara "imla". Bukan saja harapan guru, masyarakat pun menuntut sebagai lulusan lembaga ini mereka harus menguasai dan memahami baca tulis huruf Al Qur'an.

Yang dimaksud Pemahaman di sini adalah adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan seseorang mampu memahami aarti konsep, situasi serta fakta yang diketahuinya. Dalam hal ini ia tidak hanya hafal secara verbalitas, tetapi memahami konsep dari masalah yang ditanyakan, maka operasionalnya dapat membedakan, mengubah, mempersiapkan, menyajikan, mengatur, menginterpretasikan, menjelaskan, mendemonstrasikan, memberi contoh, memperkirakan, menentukan dan mengambil keputusan. Menurut Anas Sudijono dalam bukunya; Pengantar Evaluasi Pendidikan, adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berpikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan dan hafalan. Sedangkan menurut Saifuddin Azwar ( Tes Prestasi, Yogyakarta : Liberty, 1987, h. 62 ), dengan memahami berarti sanggup menjelaskan, mengklasifikasi, mengikhtisarkan, meramalkan dan membedakan.

Dari berbagai pendapat di atas, indikator pemahaman pada dasarnya sama, yaitu dengan memahami sesuatu berarti seseorang dapat mempertahankan, membedakan, menduga, memperluas, menyimpulkan, menganalisis, memberi contoh, menuliskan kembali, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan. Indikator tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengandung makna lebih luas atau lebih dalam dari pengetahuan.
Dengan pengetahuan, seseorang belum tentu memahami sesuatu yang dimaksud secara mendalam, hanya sekedar mengetahui tanpa bias menangkap makna dan artidari sesuatu yang dipelajari. Sedangkan dengan pemahaman, seseorang tidak hanya bias menghafal sesuatu yang dipelajari, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menangkap makna dari sesuatu yang dipelajari juga mampu memahami konsep dari pelajaran tersebut.


Untuk memudahkan pemahaman tentang pelajaran imla, maka terlebih dahulu penulis akan menjelaskan pengertian kata pelajaran. Pelajaran berasal dari kata "ajar" yang mendapat awalan "pe - dan akhiran – an" sehingga menjadi pelajaran yang artinya, yang harus diajarkan.Segala sesuatu yang belum diketahui hendaklah dipelajari agar dapat dipahami. Seorang pendidik, diantaranya :
Pertama, kecakapan personal, terdiri dari kesadaran tentang diri sendiri dan kesadaran akan potensi yang ada pada dirinya sendiri.

Kedua, kecakapan berpikir rasional yang terdiri dari kecakapan menggali dan mengolah informasi, kecakapan mengambil keputusan dan kecakapan memecahkan masalah

Ketiga, kecakapan sosial yang terdiri dari kecakapan berkomuniasi dengan empati dan kecakapan bekerjasama.
Keempat, kecakapan provokasional, yang terdiri dari koordinasi mata tangan dan mata kaki dan keterampilan lokomotor serta non lokomotor.

Kelima, keterampilan keahlian khusus, yaitu keterampilan dalam pendalaman satu atau beberapa jenis keterampilan siap pakai dalam kehidupan masyarakat

Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas, lembaga ini ( madrasah ) seharusnya tidak meninggalkan salah satu mata pelajaran imla yang diberikan kepada siswa, agar dapat memahami dan menulis huruf (kata) dalam bahasa Arab (huruf Al Qur'an) secara benar.


Sedangkan kata imla berasal dari kata bahasa Arab yaitu : امـلا – يـمـلا – امـلاء yang artinya dikte, imla, memanjangkan ( Ainurrafiq Dawam, Dr, M.Ag. Ahmad Taarifin MA, Manajemen Berbasis Pesantren ). Biasanya penyampaiannya dalam bentuk huruf Al Qur'an yang diucapkan oleh guru kepada siswa, kemudian siswa menulisnya ke dalam buku tulis ataupun papan tulis sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh guru. Kendala yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran ini adalah dalam penulisan, ini disebabkan kurangnya pemahaman huruf Al Qur'an sebagai dasar pengetahuan pelajaran imla. Yang dimaksud dengan huruf Al Qur'an di sini adalah huruf hijaiyah yang dimulai dari huruf alif (ا )sampai ya (ي).
Kekeliruan yang sering terjadi dalam hal penulisan, disebabkan karena siswa tidak dapat membedakan anatar satu huruf dengan huruf yang lain, konsonan dan vokal yang ada dalam bahasa Arab. Jika dalam penulisannya keliru apa yang dihendaki oleh guru, tentunya akan berpengaruh kepada hafalan siswa. Pada hal tujuan tulisan adalah untuk memudahkan kita membaca secara tepa. Jika menulisnya secara keliru, maka bagaimana kita bias membaca secara tepat.


1. Pengertian, Fungsi Minat & Faktor yang Mempengaruhinya

a. Pengertian minat

Setiap manusia mempunyai kecendrungan untuk selalu berinteraksi dengan sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Apabila sesuatu itu memberikan rasa senang, bahagia dan bermanfaat kepada dirinya kemungkinan ia akan berminat terhadap sesuatu itu. Minat timbul apabila individu tertarik pada sesuatu yang mereka anggap sesuatu itu penting bagi dirinya dan dapat memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan. Secara sederhana minat (interest) berarti kecenderungan hati yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.Untuk lebih jauh memahami tentang definisi minat, maka penulis mengangkat beberapa pendapat tentang minat yang dikemukakan oleh para tokoh, diantaranya :


  1. Ahmad D. Marimba, dalam bukunya yang berjudul Pengantar Filsafat Pendidikam Islam mengemukakan definisi minat yaitu "kecenderungan jiwa terhadap sesuatu karena kita merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu, yang umumnya disertai dengan perasaan senang terhadap sesuatu.

  2. Sardiman A.M, dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar mengemukakan pendapatnya minat yaitu suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.

  3. H. M. Alisuf Sahri, dalam bukunya Psikologi Pendidikan mengemukakan bahwa minat adalah suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu, secara terus menerus.

Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para tokoh dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan hati dan jiwa terhadap sesuatu, baik terhadap obyek, aktifitas ataupun situasi yang dianggap penting dan berguna sehingga sesuatu itu diperlukan, diperhatikan, dan diingat terus menerus yang kemudian diikuti dengan perasaan senang.

b. fungsi minat

Sekurang-kurangnya ada tiga fungsi minat yang dapat mempengaruhi dan membantu siswa untuk memiliki kecenderungan kepada mata pelajaran tertentu, sehingga merekaakan giat dalam belajar. Adapun ketiga fungsi minat itu diuraikan sebagai berikut :


  1. Motivating Force (Motivasi yang Kuat)Dikatakan sebagai Motivating Force karena berfungsi sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajarkarena siswa yang berminat atau senang pada pelajaran yang diajarkan, maka ia terdorong untuk terus tekun belajar. Oleh karena itu, proses awal pengajaran hendaknya dimulai dengan usaha membangkitkan minat tersebut, bila minat sianak telah muncul maka perhatian terhadap pelajaran akan mengikutinya.

  2. Mendorong Siswa untuk Bertanya, Dalam Suatu kelas bila terdapat siswa yang bertanya, biasanya seorang merasa bangga karena dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa siswa-siswinya mau memperhatikan apa yang telah diajarkan. Siswa yang mengajukan pertanyaan biasanya ia berfikir terhadap apa yang tidak diketahui. Hal inilah yang mendorong minat dan perhatiannya terus memberanikan diri untuk bertanya.

  3. Untuk Mencapai Tujuan Pendidikan, Mengembangkan suatu minat belajar pada peserta didik merupakan tujuan yang penting dalam proses belajar mengajar, karena merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Minat merupakan suatu bentuk perhatian yang mengandung unsure-unsur perasaan senang terhadap sesuatu yang ada kaitannya dengan kehidupan pribadi siswa.

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat

Minat tidak timbul secara tiba-tiba atau spontan, melainkan timbul akibat dari partisifasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja. Salah satu obyek yang dapat merangsang dan membangkitkan minat belajar siswa adalah guru. Guru yang berhasil membina kesediaan belajar murid-muridnya berarti telah melakukan hal-hal yang terpenting yang dapat dilakukan demi kepentingan muridnya tersebut.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat menurut M. Ngalin Purwanto yaitu :

a. Faktor Internal
1. Bakat atau Bawaan
Bakat merupakan kemampuan yang di bawa sejak lahir, bakat yang
berpengaruh terhadap perkembangan minat adalah kecerdasan. Seseorang yang dikaruniai kecerdasan lemah, relatif akan mengalami kesulitan dalam perkembangan minatnya. Namun hal ini dapat diatasi dengan memperbanyak latihan .
2. Perhatian
Seseorang yang tidak mempunyai perhatian, sangat sukar dibina minatnya. Seseorang akan memiliki perhatian apabila ada perasaan tertarik, berkepentingan, atau memerlukan sesuatu.
3. Tingkat Perkembangan
Tingkat perkembangan manusia yang paling menguntungkan dalam perkembangan minat adalah pada masa kanak-kanak yaitu sekitar usia 5 sampai 6 tahun. Yang kemudian berkembang pada masa puber. Oleh karena itu pembinaan minat yang baik harus diawali dari masa sedini mungkin.
4. Kondisi Fisik dan Psikis
Kedua kondisi ini jelas berpengaruh, sebab seseorang yang memiliki kelemahan fisik dan psikisnya, maka kemampuannya akan mengalami hambatan.


b. Faktor Eksternal
Faktor dari luar yaitu karena adanya rangsangan. Rangsangan tersebut akan berpengaruh dalam memberikan sentuhan-sentuhan kejiwaan secara lansung yang dibuat atau disengaja agar tumbuh kesadarannya, yang nantinya akan membangkitkan perhatian dan minat seseorang.
1. Menarik Minat dan Perhatian Siswa
Setiap anak mempunyai minat dan kebutuhan sendiri-sendiri yang berbeda-beda. Bahan ajar dan cara penyampaian sedapat mungkin disesuaikan dengan minatdan kebutuhan tersebut. Walaupun hamper tidak mungkin menyesuaikan pengajaran dengan minat dan kebutuhan tersebut dapat dipahami.Pengajaran perlu memperhatikan minat dan kebutuhan, sebab keduanya akan menjadi penyebab timbulnya perhatian. Sesuatu yang menarik minat dan dibutuhkan siswa, akan menarik perhatiannya. Dengan demikian mereka akan sungguh-sungguh dalam belajar

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda