Kamis, 19 Januari 2012

WASPADA, Penyakit Jantung TEROr Wanita Muda

Makin banyak wanita yang meninggal dunia karena penyakit jantung. Jangan punya anggapan kalau penyakit jantung hanya terjadi pada orang tua. Faktanya, saat ini kasus penyakit jantung yang menyerang wanita berusia 35 tahun, meningkat secara signifikan. Menurut American Heart Association, makin banyak wanita yang meninggal dunia karena penyakit jantung sejak 1984. "Meskipun telah ada penurunan umum dalam kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, dalam dekade terakhir terjadi peningkatan yang stabil di kalangan wanita usia muda antara 35 hingga 44 tahun," kata Dr Holly Andersen, direktur edukasi Ronald O. Perelman Heart Institute di NewYork-Presbyterian Hospital/Weill Cornell Medical Center, seperti dikutip dari GalTime.com. Untuk mengurangi risiko terkena serangan jantung di usia muda, ada tiga langkah yang bisa Anda lakukan. 1. Kenali gejala Wanita seringkali tak mengalami nyeri dada menyakitkan yang sering dikaitkan dengan gejala serangan jantung. Nyeri dada sebagai gejala serangan jantung memang lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sementara, wanita cenderung mengalami gejala seperti leher, bahu atau nyeri perut. Beberapa juga mengalami mual, muntah, kelelahan atau sesak napas. Untuk itu, sangat penting untuk mengenali gejala serangan jantung pada wanita. 2. Kenali risiko Risiko terkena serangan jantung sangat meningkat jika Anda mengalami obesitas / kelebihan berat badan, perokok, memiliki riwayat kolesterol tinggi, atau diabetes. Termasuk, pada wanita yang mengalami insomnia parah dan riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit jantung. 3. Lakukan tes Beberapa wanita, ada yang tak mengalami rasa sakit atau gejala serangan jantung sama sekali. Kondisi ini dikenal dengan silent 'attack', yang mengakibatkan serangan jantung jangka panjang. Ini membuat jantung kekurangan aliran darah dan oksigen. Jika Anda seorang wanita dalam pasca-menopause dan memiliki setidaknya tiga faktor risiko penyakit jantung, bicarakan dengan dokter untuk melakukan tes. Tes ini untuk mengetahui apakah Anda memiliki penyakit arteri koroner.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda