Selasa, 22 Maret 2011

Rahasia sujud

Rahasia sujud
Pernahkah kita hayati hikmah dan makna sujud di hadapan Allah ? kita simak firman-Nya, yang artinya : “, (Apakah kamu hai orang mussyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah, “ apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?”. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran “, (Qs. Az-Zumar :9).
Studi Dr Abdullah Muhammad Nasrat , ahli pembedahan dari Mesir menyimpulkan hubungan antara gerakan shalat (sujud) dalam penyembuhan pendarahan otak.

Beberapa riset dan kajian barat menegaskan bahwa olahraga yang berlebihan dapat membahayakan peredaran darah dalam otak. Kegiatan berat ini mengarahkan darah secara langsung menuju otot-otot tubuh dengan mengesampingkan kondisi otak.

Ada beberapa kajian menyatakan bahwa gerakan-gerakan shalat sangat bermanfaat terhadap peredaran darah di otak. Ketika sujud berlangsung maka aliran darah ke otak akan bertambah lancar dengan adanya gerakan memiringkan kepala kebawah. Sebagaimana menundukkan badan ketika sujud dapat memperlancar aliran darah dari seluruh tubuh menuju organ bagian dalam otak.

Sebagaimana berulangkalinya gerakan kepala yang menunduk keika sujud dan rukuk, serta tegak kembali pada saat berdiri dan duduk akan sangat membantu dalam menjaga keseimbangan spontan dari peredaran darah ke otak. Dimana keseimbangan ini akan semakin lemah dengan bertambahnya usia.

Kajian ini mengisyaratkan juga bahwa sistem spontan untu keseimbangan aliran darah pada otak memiliki reaksi spontan ganda ketika sujud. KArena pada awalnya, ia menghalangi mengalirnya darah tambahan pada awal sujud hingga otak siap menerima suplai tambahan darah. Penyumbatan terhadap penyaluran darah ke otak tersebut dapat memelihara dan memberi kesempatan pada aliran darah otak cadangan untuk bersiaga dan bekerja.

Kemundian hal itu dilanjutkan tahapan berikutnya yang memperkenankan darah tambahan untuk mengalir ke otak sera membagi-mbagikan ke dalam pembuluh-pembuluh darah cadangan. Dengan demikian, tugas antisipasi dengan menyiapkan pembuluh darah cadangan yang cukup penting ini tetap berjalan normal. Dan telah diketahui bersama baha ia akan rapuh dan sirna seiring dengan bertambahnya usia.

Reaksi ganda terhadap sistem aliran darah otak spontan ketika bersujud ini mengarahkan kita untuk memahami lebih dalam tentang manfaat yang akan diperoleh seorang hamba dalam pelaksanaan gerakan shalat yang dikerjakan perlahan dan tidak tergesa-gesa. Karena hal ini akan menambah manfaat dan faedah yang dapat diambil dari setiap gerakan shalat dalam memperlancara peredaran darah otak.

Saudaraku, masih banyak rahasia shalat tentang kesehatan yang belum terpecahkan dari sudut ilmu pengetahuan. Namun yakinlah , sebagaimana firman Allah, yang artinya ,” Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian ini sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusyuk “, (Qs. Al-Baqarah : 45).

Sebagaimana firman Allah, yang artinya ,” Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaanya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan , “(Qs. Al-Ankabut : 45).

Saudaraku, berdiri dan sujud dihadapan Allah memiliki banyak hikmah dan rahasia dalam meraih kesehatan .

Allahu a’lam
Sumber : Hasan bin ahmad Hamman, At-tadawi bil istighfari, bis shdaqati, bid du’ai, bil Qur’ani, bis shalati , bis Shaumi.
dari Anas bin Malik , berkata : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : " Allah SWT berfirman ,'Wahai anak adam , sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan, Aku tidak peduli. Wahai anak adam , jika dosa -dosamu setinggi awan dilangit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula ", (Hr Tirmidzi, bahwa hadits ini hasan shahih).

Rahasia Sujud dalam Sholat
Oleh : Salim Syarief Md. | 20-Des-2008, 10:58:49 WIB
KabarIndonesia –
Seorang doktor di Amerika telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang doktor neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan pengobatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang diberi nama "Pengobatan Melalui Al-Quran."

Kajian pengobatan melalui Al-Quran membuatkan obat-obatannya berpatokan apa yang terdapat di dalam Al-quran. Diantara cara-cara yang digunakan adalah berpuasa, mengkonsumsi madu, biji hitam (blackseed) dan sebagainya. Apabila ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahwa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam urat manusia yang tidak dimasuki oleh darah.

Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu cukup lama, akhirnya beliau mendapati bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada ketika seseorang itu sedang sujud saat mengerjakan Sholat. Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa saat saja. Yakni, darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar Sholat waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Columbia University State
ernah melakukan penelitian tentang otak. Ternyata, di otak terdapat sebuah bagian yang tidak teraliri darah. Tapi, bagian tersebut dapat teraliri darah bila kita melakukan gerakan khusus seperti sujud yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Walaupun tidak menyebutkan secara gamblang tentang waktu-waktu tersebut, tapi waktu-waktu tersebut berada sekitar Sholat Lima Waktu yang kita (Umat Islam) lakukan setiap hari. Efek dari teraliri-nya bagian dari otak tersebut adalah dapat membuat kerja otak menjadi maksimal. Sehingga, kemampuan otak dalam bekerja (seperti, menghitung, menghapal, belajar dan lain-lain) bisa lebih baik dan tentunya menambah kecerdasan otak kita.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan Sholat, maka otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Dengan demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam 'sepenuhnya' kerana sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini. Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak Sholat, apalagi yang tidak beragama Islam, walaupun akal mereka berfungsi dengan secara normal tetapi sebenarnya dalam sesuatu keadaan mereka akan kehilangan keseimbangan dalam membuat keputusan yang normal.
Justru itu, tidak heranlah jika manusia ini kadang kala tidak segan-segan untuk melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya, walaupun akal mereka mengetahui bahwa perbuatan yang akan dilakukan itu adalah salah dengan kehendak mereka. Inilah adalah menggambarkan ketidak mapuhan otak mereka untuk mempertimbangkan akan perbuatan mereka itu secara lebih normal. Maka dari itu tidak heran timbulnya bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat masa kini. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengambil hikmah dari kisah di atas.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda